Recent Posts

Tampilkan postingan dengan label Pencerahan Budi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pencerahan Budi. Tampilkan semua postingan

Januari 20, 2011

"Surodiro Joyoningrat, Lebur Dening Pangastuti"

Saya mungkin salah satu orang Jawa, yang kurang mengenal ke-Jawa-an saya. Ini sering saya sadari, dan sering juga saya mencoba untuk mempelajari "kejawaan" saya. Semurninya ayah saya orang Jawa aseli, katanya mbahnya ayah saya dari Yogya, tapi beliau dan keluarga besarnya akhirnya menetap di Magelang, desa Ngglagah, dari Magelang ke arah Purworejo.

Nah selanjutnya, ketika saya sedang mempelajari masalah kejawaan saya melalui media internet, saya menemukan ini : "Surodiro Joyoningrat, Lebur Dening Pangastuti"  Sebuah pepatah JAwa, yang memang sesuai dengan apa saya percayai.

Kira-kira menurut sumber di mbah Google begini:
kemarahan dan kebencian akan lebur dengan kelembutan
kemarahan identik dengan kekerasan, kebencian identik dengan pertentangan, gabungan keduanya menimbulkan perpecahan, permusuhan, pertikaian, perebutan, penghancuran dan lain-lain.
kelembutan identik dengan kedamaian, pertemanan, persahabatan dan ketenangan.

dengan kelembutan, maka perasaan marah, benci akan terkikis. pertikaian terhapus menjadi persahabatan, pertentangan menjadi ketenangan dan permusuhan menjadi kedamaian.

Saya berpikir kok bisa ya...cocok sekali dengan apa saya percayai dan imani dengan "iman" saya kepada Tuhan saya.

Lebih lanjut penjelasannya yang saya comot dari sana-sini setelah tanya mbah Google:

*" SURO DIRO JOYO NINGRAT LEBUR DENING PANGASTUTI "* Semua angkara murka atau tindak kejahatan akan kalah oleh Keluhuran Budi *~NGLURUG TANPO BOLO,MENANG TANPO PERANG~*

Puaja Puji Panghastuti
Dumadi dadi Kerso dalem GUSTI


"Sing sapa nandur,
bakale ngundhuh,
utang bakale nyaur,
nyilih bakale
mbalek-ake,
gawe bakale nganggo".

Sugih tanpo bondho,
sekti tanpo pusako,
ngluruk tanpo bolo,
menang tanpo ngasorake

Sopo sing suci,
adoh saka bebaya pati


Sebuah Filosofi Leluhur, yang meng ilhami segenap Aspek kehidupan manusia.

Surodirojoyoningrat lebur dening pangastuti (surodirojoyoningrat= angkara murka atau  jahat, pangastuti= pamuji rahayu, menyembah kepada Tuhan YME) yang artinya segala bentuk kekuatan yang dengan keangkaramurkaan akan hancur dengan pamuji rahayu (kekuatan Tuhan/Allah). Betapa kita sering mendengar tentang cerita dalam kehidupan sehari-hari, cerita sejarah, hikayat, dongeng maupun cerita komik (fiktif) bahwasannya segala bentuk kejahatan, keangkaramurkaan itu seringkali dan pasti akan akan kalah dan hancur oleh kebaikan (kekuatan Tuhan/Allah). Tiada dipungkiri memang itulah janji Tuhan kepada semua umat manusia barang siapa yang berbuat kebajikan dan kebenaran akan selalu mendapat perlindungan-Nya (dengan keridhoan-Nya kita akan diberi keselamatan dan kekuatan untuk menghancurkan segala bentuk kejahatan). Dalam kitab suci semua agamapun menyebutkan demikian agar hendaknya kita tidak takut dalam menghadapi kejahatan, dan apabila kita mati dalam menghadapi kejahatan, Tuhan/Allah sudah menjajikan surga bagi kehidupan akhirat kita kelak (manusia dapat dimatikan, manusia dapat dihancurkan tetapi manusia tidak dapat dikalahkan selama ia masih percaya/setia pada dirinya sendiri.

Semoga bermanfaat, salam....

Januari 11, 2011

Be the Best of Whatever You Are

by. sempena hati

Kalau engkau tak sanggup menjadi beringin yang tumbuh di puncak bukit, Jadilah saja belukar, Tapi belukar yang terbaik yang tumuh di tepi danau…,
Kalau kau tak sanggup jadi belukar, jadilah rumput.., tapi rumput yang terbaik yang memperkuat tanggul di pinggir jalan..
Kalau engkau tak mampu jadi jalan raya.., jadilah saja jalan kecil, yang membawa orang ke mata air.
Tak semua menjadi nahkoda..tentu ada awak kapalnya. bukan besar kecil tugas yang menjadikan tinggi-rendahnya dirimu. jadilah saja dirimu. SEBAIK-BAIKNYA dirimu sendiri..
Kalau engkau tak sanggup menjadi beringin yang tumbuh di puncak bukit, Jadilah saja belukar, Tapi belukar yang terbaik yang tumuh di tepi danau…,
Kalau kau tak sanggup jadi belukar, jadilah rumput.., tapi rumput yang terbaik yang memperkuat tanggul di pinggir jalan..

Kalau engkau tak mampu jadi jalan raya..,jadilah saja jalan kecil,yang membawa orang ke mata air.
Tak semua menjadi nahkoda.. tentu ada awak kapalnya. bukan besar kecil tugas yang menjadikan tinggi-rendahnya dirimu. jadilah saja dirimu. SEBAIK-BAIKNYA dirimu sendiri..


dalam bahasa aslinya:

If you can't be a pine on the top of the hill,
Be a scrub in the valley — but be
The best little scrub by the side of the rill;
Be a bush if you can't be a tree.

If you can't be a bush be a bit of the grass,
And some highway happier make;
If you can't be a muskie then just be a bass —
But the liveliest bass in the lake!

We can't all be captains, we've got to be crew,
There's something for all of us here,
There's big work to do, and there's lesser to do,
And the task you must do is the near.

If you can't be a highway then just be a trail,
If you can't be the sun be a star;
It isn't by size that you win or you fail —
Be the best of whatever you are!


by Douglas Malloch

Sekitar 20 tahun lalu, sewaktu saya pertama kali masuk kuliah, saya mengalami masa-masa ospek. Di kampus saya, ospek bentuknya agak berbeda, lebih mirip seperti acara pelantikan anggota baru pecinta alam [maklum sebagian besar senior anggota Wanadri]. Nah pada acara inilah saya mengenal puisi tersebut dalam bahasa Indonesia.

Saya selalu teringat puisi ini, agar saya melihat kembali peran saya dalam hidup saya. Ini penting, bagaimana kita bisa menghargai, menghayati, memaknai, mengoptimalkan diri kita, menjadi yang terbaik, yang sebaik-baiknya dari diri kita. Berarti kita menghargai dan menjalankan fungsi diri, hidup kita, yang telah diberikan Tuhan bagi kita.

Siapapun kita, menjadi sebaik-baiknya diri kita adalah penting, agar kita tidak rendah diri, dan percaya akan misi yang Tuhan tetapkan bagi kita, untuk kita jalankan dan kerjakan.

Selalu semangat, apapun itu, percaya bahwa ini karena Tuhan dan untuk Tuhan. JAdilah sebaik-baiknya diri kita sendiri.....