Saya bukan penggemar coklat, lebih cocok kalau dikatakan biasa saja dengan coklat, istri saya maniak coklat.
Tadi, siang-siang dini hari, lagi cari teh hijau di Setiabudi Supermarket, saya menjumpai coklat yang belum pernah saya lihat dan coba sebelumnya.
Penasaran, ambil satu. Lihat harga loh kok luar biasa murah ya. Ukuran 160 gram, harga hanya sekedar Rp. 6000-an. Wah pasti ini coklat yang unik.
Bungkusnya terlihat cukup menarik dengan warna dasar sampanye emas, dan merah untuk bagian depan. Gambar coklat batanya, tentunya dengan gambar kavcang tanah goreng :) Ini memamng coklat kacang tanah, walaupun di labelnya tidak tertulis demikian.
Saya pikir, perusahaan coklat ini pasti perusahaan lama, karena nama pabriknya NV. Olympia, NV= Naamloze Vennootschap, jadi pasti jenis usaha jadul masih pakai istilah beginian.
Komposisinya serupa dengan coklat lainnya, hanya bagian pentingnya kacang tanah tidak masuk dalam komposisi, padahal coklat ini pakai kacang tanah.
Untuk rasa, hmmmm, pastinya lidah saya sangat ingin merasakannya. Ambil satu baris dan hmmm...... silahkan coba sendiri ya rasanya sesuai dengan motonya: Mitra bekal anda bepergian terasa susu coklatnya dan bergizi.
Recent Posts
Tampilkan postingan dengan label Makan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Makan. Tampilkan semua postingan
Januari 19, 2011
Januari 13, 2011
Teh Tong Tji, Teh Kesukaan Saya
Diposting oleh
sempena hati
Artikel ini, saya ambil dari web-nya Tong Tji, karena bukan kebetulan, saya kenal baik dengan orang dari Tong Tji. Saya lagi males cerita, nanti ditulisan lain saya cerita soal teh dan kesukaan saya tentang teh dan juga kopi.
Sumber: http://tongtji.com/index.php?buka=sejarah
Sumber: http://tongtji.com/index.php?buka=sejarah
Teh Tong Tji merupakan teh yang tergolong Teh Tegal (biasanya lebih dikenal dengan teh poci; juga teh Slawi) adalah teh khas Tegal, Indonesia. Teh ini aromanya khas dan rasanya agak sepet. Tegal adalah sebuah kata dari bahasa Jawa yang arti harafiahnya adalah "ladang".Teh Poci yaitu teh diseduh dalam poci (cerek kecil) dari tanah liat dan ditambah dengan gula batu dan diminum panas-panas, minuman ini sangat disukai oleh masyarakat Tegal, Slawi, Pemalang, Brebes dan sekitarnya.
Ada istilah teh poci "WASGITEL" singkatan dari wangi, panas, sepet, legi, lan (dan) kentel (kental), yang artinya teh panas, manis, wangi beraroma bunga melati dan berwarna hitam pekat/kental.Teh Poci biasanya menggunakan teh (hijau) melati yang mengeluarkan aroma yang khas, dan biasa disajikan dipagi atau sore / malam hari dengan ditemani makanan kecil.
Poci yang digunakan untuk menyeduh teh poci biasanya bagian dalam pocinya tidak pernah dicuci tetapi cukup dibuang sisa tehnya saja. Hal ini dipercaya masyarakat Tegal kerak sisa teh tadi akan menambah cita rasa dan aroma teh poci menjadi semakin enak.Di luar daerah Tegal teh poci dapat dijumpai di warteg (Warung Tegal). Perangkat minum teh poci yang asli adalah poci (cerek kecil) dan cangkir dari tanah liat.Hidangan minuman ini disajikan dengan gula batu dan lebih pas diminum selagi masih hangat agak panas.
Gula batu (disebut juga Rock Sugar) adalah gula yang dibuat dari gula pasir, yang dikristalkan, melalui bantuan air yang dipanaskan.Biasanya ditambahkan ke dalam teh, harum dan manis rasanya.Bahan dan alat yang diperlukan untuk membuat gula batu antara lain panci , gula pasir , benang (kapas atau wol) , penyangga benang , dan Jar (tempat yang terbuat dari kaca).
Gula batu (disebut juga Rock Sugar) adalah gula yang dibuat dari gula pasir, yang dikristalkan, melalui bantuan air yang dipanaskan.Biasanya ditambahkan ke dalam teh, harum dan manis rasanya.Bahan dan alat yang diperlukan untuk membuat gula batu antara lain panci , gula pasir , benang (kapas atau wol) , penyangga benang , dan Jar (tempat yang terbuat dari kaca).
Cara umum membuat gula batu yaitu:Tuangkan air ke dalam panci dan panaskan air hingga mendidih. Kecilkan pemanas, sedikit demi sedikit tambahkan gula, sambil diaduk perlahan-lahan. Matikan pemanas. Sambil diaduk, tambahkan lagi gula, sampai terlihat butiran-butiran gula yang tidak dapat larut dalam air .
Biarkan hingga dingin. Air panas dapat melarutkan jauh lebih banyak gula, dibandingkan dengan air dingin) , (Hati-hati ! , air gula panas dapat menyebabkan luka bakar yang parah). Setelah dingin, tuangkan ke dalam Jar . Ikatkan benang itu pada penyangga benang, kemudian taruh di atas Jar, sementara benang-nya tercelup (jangan menyentuh dasar atau pinggir Jar). Tunggu hingga kristal gula, mulai kelihatan terbentuk.
Semakin luas permukaan Jar, semakin cepat gula mendingin, dan semakin cepat kristal gula terbentuk). Pada benang, akan terlihat kristal gula yang terbentuk dan sedang bertumbuh. Setelah mencapai ukuran seberapa besar kristal gula yang diinginkan, angkat benang, dan keringkan kristal itu. Kebiasaaan minum teh poci atau moci telah menjadi tradisi bagi orang Tegal, ini disebabkan pertumbuhan pabrik-pabrik teh di Tegal pada tahun 1930-an yang menyebabkan timbulnya tradisi itu. Minum teh menjadi gencar sejak zaman kolonial hingga kini dan sudah menjadi budaya lokal.Budaya minum the juga karena penfaruh dari budaya China atau orang-orang Tionghoa.
Semakin luas permukaan Jar, semakin cepat gula mendingin, dan semakin cepat kristal gula terbentuk). Pada benang, akan terlihat kristal gula yang terbentuk dan sedang bertumbuh. Setelah mencapai ukuran seberapa besar kristal gula yang diinginkan, angkat benang, dan keringkan kristal itu. Kebiasaaan minum teh poci atau moci telah menjadi tradisi bagi orang Tegal, ini disebabkan pertumbuhan pabrik-pabrik teh di Tegal pada tahun 1930-an yang menyebabkan timbulnya tradisi itu. Minum teh menjadi gencar sejak zaman kolonial hingga kini dan sudah menjadi budaya lokal.Budaya minum the juga karena penfaruh dari budaya China atau orang-orang Tionghoa.
Bagi orang-orang Tionghoa, minum teh telah menjadi semacam ritual di kalangan masyarakat mereka.. Di Tiongkok, budaya minum teh dikenal sejak 3.000 tahun sebelum Masehi (SM), yaitu pada zaman Kaisar Shen Nung berkuasa. Bahkan, berlanjut di Jepang sejak masa Kamakaru (1192 รข€“ 1333) oleh pengikut Zen.Tujuan minum teh, agar mereka mendapatkan kesegaran tubuh selama meditasi yang bisa memakan waktu berjam-jam.
Semoga bermanfaat, ngasal comot aja....
Januari 10, 2011
Imami, mie ayam super...
Diposting oleh
sempena hati
Mie adalah makanan yang terbuat dari tepung berbagai jenis tepung, air, telur dan garam. Rata-rata semua kalangan menyukai mie, baik anak-anak, remaja, dewasa, dan para manula sekalipun menyukai mie. Mie merupakan makanan pokok rakyat di Tiongkok. Menurut mas Wiki [Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Mi_(makanan)] mi atau mie adalah adonan tipis dan panjang yang telah digulung, dikeringkan, dan dimasak dalam air mendidih. Istilah ini juga merujuk kepada mi kering yang harus dimasak kembali dengan dicelupkan dalam air. Orang Italia, Tionghoa, dan Arab telah mengklaim bangsa mereka sebagai pencipta mi, meskipun tulisan tertua mengenai mi berasal dari Dinasti Han Timur, antara tahun 25 dan 220 Masehi. Pada Oktober 2005, mi tertua yang diperkirakan berusia 4.000 tahun ditemukan di Qinghai, Tiongkok.
Nah, untuk urusan mie, di Indonesia dikenal juga varian masakan yang disebut “mie ayam”, ini bukan mie ayam ala Chinese, tapi lebih kepada mie ayam ala “kampung”. Mungkin bumbu mie ayam ala Chinese yang divariasikan dan disesuaikan dengan lidah Indonesia-lah yang meyebabkan mie ini agak berbeda dan mendapat julukan kampung. Biasanya tukang mie ayam dengan gerobaknya yang berwarna biru atau hijau suka keliling kampung, kompleks, atau perumahan lainnya. Banyak juga yang sudah mulai mapan dan memiliki tempat “ngetem”.
Salah satu mie ayam yang saya favoritkan sampai sekarang [saya sudah mencoba berbagai mie ayam ala kampung sejak 24 tahun yang lalu] adalah Imami. Nama yang unik untuk sebuah merek mie ayam bukan? Imami, setahu saya, dulu sebelum singkatannya dihilangkan adalah “Iyeu Maem Mie” jadi disingkat dan lebih manis “Imami”. Saya juga tidak tahu mengapa dulu sang penjual memberi nama yang demikian. Kalau didengar menurut orang Sunda juga agak sedikit antik.
Imami, mulai beroperasi sejak tahun 1991, dari dulu sampai sekarang menempati lokasi yang sama, di Jl. Terusan Martanegara Bandung. Sebenarnya ada dua lokasi Imami, satu di Jl. Turangganya dan satu lagi yang tadi saya sebutkan. Untuk mencapainya mudah, patokannya BSM [Bandung Super Mall] depannya ada jalan [Turangga] masuk aja terus lalu lihat sebelah kanan. Kalau terus lagi sampai mentok, jalan Martanegara, belok kiri sekitar 20 meter lihat sebelah kiri.
Kali ini saya makan ditempat biasa saya makan di Terusan Martanegara. Mas Mujito, mengatakan biasanya setiap hari menghabiskan sekitar 17 kg mie telor. Untungnya mie telor ini bikinan sendiri, artinya mas Mujito sudah mempunyai alatnya, dan dijamin tidak menggunakan bahan pengawet. Mas Mujito, asli Purwokerto, adalah adik pendiri Imami yang sudah meninggal [saya lupa namanya].
Kenapa sih mie ini yang jadi favorit saya? Ada beberapa alasan yang bisa saya kemukakan:
- Porsinya super, tidak kira-kira banyaknya, saya saja sangat kenyang. Untuk yang terbiasa makan di tempat mie ayam lain, saya sarankan memesan ½ porsi saja. Harga per porsi Rp. 10000.
- Mienya pas empuknya, tidak terlalu empuk dan tidak terlalu kenyal.
- Topping ayamnya sangat enak, potongan dagingnya kecil-kecil, dan banyak, rasanyapun nikmat, antara asin dan manis seimbang.
- Kuah topping ayamnya sering melimpah ruah [kalau kita minta]
- Sayur sawinya juga dipotong kecil-kecil, tapi banyak.
- Sambalnya mantap, pas betul pedasnya.
- Yang jualnya ramah, senang diajak ngobrol.
Warung Imami buka mulai sekitar pukul 10.00 dan tutup paling lama pukul 20.00, kalau belum habis. Tempat ini pada jam-jam orang kelaparan berat selalu ramai dan penuh. Biasanya saya pesan mie 1 porsi, pakai kerupuk aci 1 buah, tambahkan sedikit saos tomat cabe, dan sedikit kecap, rasanya seperti di kampung banget, niiikmaat sekali…..
Bread Addict....
Diposting oleh
sempena hati
Dari Mas Wiki : [http://en.wikipedia.org/wiki/Bread]
Bread is a staple food prepared by cooking a dough of flour and water and possibly more ingredients. Doughs are usually baked, but in some cuisines breads are steamed, fried, or baked on an unoiled skillet. It may be leavened or unleavened. Salt, fat and leavening agents such as yeast and baking soda are common ingredients, though bread may contain other ingredients, such as milk, egg, sugar, spice, fruit (such as raisins), vegetables (such as onion), nuts (such as walnuts) or seeds (such as poppy seeds). Bread is one of the oldest prepared foods, dating back to the Neolithic era, and is referred to colloquially as the “Staff of life”. The development of leavened bread can probably also be traced to prehistoric times.
Saya akhirnya benar-benar kecanduan membuat roti. Saat pertama bikin, menghabiskan waktu sampai tengah malam, benar-benar membuat penasaran. Semenjak itu selalu membuat saya ingin mencoba, dan mencoba lagi. Membuat roti merupakan seni tersendiri. Sampai saat ini roti yang saya buat belum pernah gagal. Saya coba variasikan penambahan dan pengurangan bahan tertentu, sehingga saya memiliki rasa yang pas untuk lidah dan ukuran standar saya.
Beberapa waktu yang lalu saya membuat roti tawar Hasil dari mbah Google, katanya resep ala “BreadTalk”, tapi saya kurang begitu yakin. Walaupun kelupaan pakai improver, tapi roti tetap enak, empuk, lembut. Setelah diinapkaan satu hari pun roti tetap empuk dan lembut.
Mari mencoba...
Bread is a staple food prepared by cooking a dough of flour and water and possibly more ingredients. Doughs are usually baked, but in some cuisines breads are steamed, fried, or baked on an unoiled skillet. It may be leavened or unleavened. Salt, fat and leavening agents such as yeast and baking soda are common ingredients, though bread may contain other ingredients, such as milk, egg, sugar, spice, fruit (such as raisins), vegetables (such as onion), nuts (such as walnuts) or seeds (such as poppy seeds). Bread is one of the oldest prepared foods, dating back to the Neolithic era, and is referred to colloquially as the “Staff of life”. The development of leavened bread can probably also be traced to prehistoric times.
Saya akhirnya benar-benar kecanduan membuat roti. Saat pertama bikin, menghabiskan waktu sampai tengah malam, benar-benar membuat penasaran. Semenjak itu selalu membuat saya ingin mencoba, dan mencoba lagi. Membuat roti merupakan seni tersendiri. Sampai saat ini roti yang saya buat belum pernah gagal. Saya coba variasikan penambahan dan pengurangan bahan tertentu, sehingga saya memiliki rasa yang pas untuk lidah dan ukuran standar saya.
Beberapa waktu yang lalu saya membuat roti tawar Hasil dari mbah Google, katanya resep ala “BreadTalk”, tapi saya kurang begitu yakin. Walaupun kelupaan pakai improver, tapi roti tetap enak, empuk, lembut. Setelah diinapkaan satu hari pun roti tetap empuk dan lembut.
Mari mencoba...

